RSS

Tugas 2 dampak kabut asap bagi manusia

17 Nov

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Upaya Perlindungan hutan dari bencana kebakaran yang menjadi tanggung jawab besar pemerintah,kembali mengalami kegagalan.awalnya pada musim kemarau masyarakat selalu mendapat gangguan dari asap. terutama  di Kalimantan barat akan diliputi asap kabut pekat . Jarak pandang terganggu, aktivitas sosial dan ekonomi juga terganggu. Di laut lepas maupun di sejumlah sungai yang padat transportasi air menjadi sangat rawan kecelakaan. Sejumlah bandara sesekali tutup karena jarak pandang tak mencukupi untuk keselamatan penerbangan.

Padahal penyebabnya salah satunya  yakni Kebakaran hutan. Hal itu dilakukan oleh pemilik hak pengusahaan hutan (HPH) maupun oleh petani tradisional. Motifnya adalah untuk membuka lahan perkebunan baru maupun untuk lahan pertanian baru. Membuka lahan baru dengan membakar adalah cara yang paling hemat dan cepat.

Masyarakat seakan sudah terbiasa  terhadap semua persoalan. Sebagian masyarakat tidak cukup punya kepedulian terhadap dampak kerusakan alam, hilangnya habitat flora dan flauna, maupun punahnya sejumlah spesies tumbuhan maupun binatang. Secara ekonomi juga sangat merugikan karena terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi maupun akibat kerusakan alamnya, Dampak yang ditimbulkan dari kabut asap ini sangat besar dan meliputi berbagai aspek kehidupan. Untuk itu perlu dilakukan penanganan yang lebih optimal agar bencana ini tidak terulang dikemudian hari. Oleh karena itu penulis akan mencoba untuk membahas beberapa aspek dari kabut asap yang terjadi selama ini. Agar kita semua dapat memahami atau setidaknya mengetahui apa dan bagaimana sebaiknya kita dalam menghadapi bahaya kabut asap tersebut.

  1. RUMUSAN MASALAH
  2. Apa saja penyebab dari  kabut asap tersebut?
  3.  Bagaimana proses terjadinya kabut asap ?
  4.  Apa saja dampak dari musibah kabut asap?
  5. Bagaimana upaya penanggulangan kabut asap?
  1. TUJUAN DAN MANFAAT.

Tujuan yang saya ambil yaitu supaya penulis dapat mengetahui segala aspek – aspek yang terjadi dalam musibah kabut asap serta dapat memahami apa yang terjadi dalam kabut asap tersebut.

Manfaat yang saya ambil yaitu semoga dalam pengambilan data dari dampak kabut asap ini menjadi suatu pemahaman yang baik  dari segala aspek -aspek dalam dampak kabut asap yang terjadi di indonesia.

BAB II

POKOK PEMBAHASAN

Pengertian Asap Kabut.

Asbut adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, asbut bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Perkataan “asbut” adalah singkatan dari “asap” dan “kabut“, walaupun pada perkembangan selanjutnya asbut tidak harus memiliki salah satu komponen kabut atau asap. Asbut juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Asbut sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair.

  1. Pencemaran Udara

Arsyad ( dalam Egy, dkk, 2010: 20) menyatakan bahwa :

Manusia dalam beraktivitas menghasilkan emisi pencemar yang dilepas ke udara. Semakin meningkat jumlah aktivitas yang dilakukan serta waktu yang dipakai untuk melakukan aktivitas tersebut, maka jumlah emisi pencemar yang dikeluarkan ke udara pun semakin meningkat. Udara sebagai kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya sangat berbahaya jika sudah tercemar oleh berbagai zat berbahaya. Akibat yang ditimbulkan bermacam-macam mulai dari gangguan pernapasan sampai kanker jika menghirup zat-zat tertentu dalam jangka waktu lama.

  1. Sumber Bergerak , Kegiatan transportasi baik di darat, air maupun udara.
  2. Sumber Tidak Bergerak

                  1.Industri , Jenis zat pencemar utama yang dihasilkan oleh industri adalah PM10 dan  Sox.

  1. Pembangkitan tenaga listrik,menghasilkan polusi paling besar.
  2. Kebakaran hutan , Jenis pencemar yang dominan yang dihasilkan yaitu CO.
  3. Pembakaran sampah , Jenis pencemar yang dihasilkan ketika sampah dibakar, zat pencemar  yang dikeluarkan adalah partikel debu halus  (PM10). Pembakaran sampah plastic menghasilkan dioksin.
    Sumber dalam ruangan  : Kegiatan rumah tangga dan Asap Rokok. Sumber pencemaran

alami yaitu: Meletusnya gunung berapi dan Proses pembusukan mahluk hidup

  1. KabutAsap dan Kebakaran Hutan

Kabut asap yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor antara lain kebakaran hutan, polusi kendaraan bermotor, pabrik, letusan gunung berapi, pembakaran sampah rumah tangga, yang paling dominan adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan yang terdeteksi oleh satelit dinamai Hot Spot (titik panas).

 

 

  1. Dampak Kabut Asap
  • Kesehatan

Asap akibat kebakaran hutan telah meningkatkan kasus ISPA, jumlah kasus ISPA di Pontianak meningkat dari 1.286 kasus menjadi 1.928.

  • Ekonomi

Kabut asap juga dapat mengganggu sektor ekonomi. Jarak pandang yang terbatas menganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran.

  • Hubungan Internasional

Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan juga melanda negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Negara-negara tersebut melayangkan protes ke negara kita atas kabut asap yang mereka terima. Jika dibiarkan maka hubungan baik itu bisa terganggu.

  • Pertanian

Asap tebal mulai mengancam sektor pertanian. Tebalnya kabut asap dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas tanaman padi dan jagung.

  • Sosial Budaya

Aktivitas sehari sehari yang terganggu akibat kabut asap bisa menyebabkan hubungan sosial menjadi terganggu. Aktivitas anak yang bermain terganggu. Sekolah juga banyak yang diliburkan karena khawatir siswa mereka terkena dampak asap berupa ISPA dan sakit mata

      Penyebab Kebakaran Hutan

Ada banyak alasan yang dikemukakan. Ani (2003:33) mengungkapkan bahwa , “Ada budaya instan di tengah masyarakat yang serba mau cepat, budaya instan itumenginginkan pembersihan ladang yang serba cepat.”

  1. Penanggulangan Kabut Asap

Beberapa langkah penanggulangan kabut asap yang dapat dilakukan antara lain :

  • Komitmen dari pemerintah 

Masalah kabut asap tak terlepas dari kebakaran hutan yang terjadi merupakan dampak dari izin HPH yang diberikan kepada pengusaha. Aryani (2013:6) mengatakan bahwa. “Pemerintah diharapkan dapat lebih selektif dalam memberikan izin HPH kepada pengusaha. Pengusaha yang diberikan izin diwajibkan untuk tidak membuka lahan dengan membakar hutan.” Jika ada komitmen kuat maka kabut asap akan segara teratasi.

  • Kesadaran masyarakat

Masyarakat hendaknya memiliki kesadaran yang kuat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan membakar hutan. “Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ini perlu dilakukan penyuluhan tentang bahaya kebakaran hutan kepada masyarakat. Masyarakat yang membakar hutan hendaknya diingatkan untuk menjaga lahan yang dibakarnya”. (Dendy Sugono, 2004:23) Masyarakat jugadiharapkan melaporkan jika terjadi kebakaran hutan.

  • Pengawasan Bersama

Pengawasan bersama perlu dilakukan antara pemerintah dengan masyarakat. Perlu bentuk sistem kewaspadaan kebakaran hutan yang selalau siap mengawasi setiap hutan yang terbakar. Pemerintah dapat mengoptimalkan peran polisi kehutanan dalam mengawasi hutan.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Bencana kebakaran kabut asap yang terjadi sungguh saangat meresahkan bagi masyarakat sekitar. Bencana kabut asap disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kebakaran hutan, asap kendaraan bermotor, polusi pabrik, asap rokok dan lain sebagainya. Dampak yang ditimbulkan dari kabut asap ini sangat luas mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, sosial budaya, hubungan internasional dan lain sebagainya. Kandungan yang terdapat pada kabut asap yang berasal dari pembakaran huta sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena besarnya dampak yang ditimbulkan tersebut maka perlu langkah yang serius dalam penanganan masalah kabut asap ini. Penanganan bencana kabut asap ini perlu komitmen yang kuat dari semua pihak. Penanganan meliputi aspek kebijakan, kesadaran masyarakat, sistem pengawasan dan dana yang memadai. Sehingga diharapkan dikedian hari bencana ini tidak terulang.

  1. SARAN

 

Saya akan memberikan beberapa saran.adapun saran yang saya dapat berikan yaitu sebagai
berikut:

  1.  Masyarakat pengguna lahan sebaiknya lebih menjaga kelestarian hutan agar tidak tejadi
    kebakaran yang dapat menyebabkan kabut asap karena sangat menggangu masyarakat.
  2.  Sebagai masyarakat yang akan kesehatan sebaiknya kita memberikan pengertian kepada
    masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan dari kabut asap ini.
  3.  Pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan yang jelas mengenai penanganan kabut
    asap.
  4.  Masyarakat sebaiknya memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya
    penaggulangan kabut asap.

DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, O. (1994). Pencemaran Udara , Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Fatah , Syukur. (2001). Dampak Pencemaran Udara , Semarang: RaSAIL.

Amin , Muhammmad.(2011), Penanggulanngan Polusi . Jakarta : Baduose Media.

http://www.dw.com/id/penyebab-kebakaran-hutan-terungkap/a-18801135

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2015 in life

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: