RSS

Perbedaan Mesin Diesel Dan Mesin Bensin

07 Oct

Perbedaan Mesin Diesel Dan Mesin Bensin

Mesin diesel dan mesin bensin adalah mesin yang paling banyak dipakai dalam kendaraan. Dahulu kita mengenal mesin uap untuk menggerakkan kereta uap, namun teknologi semakin berkembang, bahkan saat ini mesin diesel dan mesin bensin pun agaknya mulai ditinggalkan dengan munculnya mesin bertenaga listrik atau motor hybrid. Namun penggunaan mesin diesel dan mesin bensin masih banyak karena cadangan bahan bakarnya pun masih, selain itu faktor biaya produksi yang lebih murah dari pada mesin hybrid atau mesin yang sudah seluruhnya bertenaga listrik. Namun di artikel ini, Guru Otomotif tidak sedang membahas soal hybrid, melainkan yang akan Guru Otomotif bahas adalah tentang mesin diesel dan mesin bensin, yaitu perbedaan mendasar mesin diesel dan mesin bensin. Karena tidak sedikit orang yang bingung terutama mereka yang hendak membeli mobil, bagusan mana mobil yang bermesin diesel dengan mobil yang bermesin bensin? Maka pertanyaan tersebut hampir sama dengan pertanyaan; bagusan mana antara mesin diesel dan mesin bensin?

 

Namun sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita review terlebih dahulu apa itu mesin diesel? Apa itu mesin bensin? Sehingga dengan begitu kita dapat membedakan keduanya. Mesin bensin dan mesin diesel sama-sama mesin pembakaran dalam, yaitu proses kerjanya terjadi di dalam mesin atau silinder. Sedangkan perbedaanya dapat kita lihat dari beberapa faktor berikut ini:

 

Nama Siklus Pembakaran

Siklus pembakaran pada mesin diesel adalah siklus sabathe, sedangkan siklus pada mesin bensin adalah siklus otto, terkait pengertian dari Siklus Sabathe dan Siklus Otto insyaAllah akan Guru Otomotif bahas di artikel tersendiri. Karena penjelasan untuk siklus pembakaran tersebut sangatlah panjang.

Rasio Kompresi

Perbedaan selanjutnya dari mesin diesel dan mesin bensin dapat dilihat dari rasio kompresinya, yang mana untuk rasio kompresi mesin diesel lebih tinggi dari pada rasio kompresi mesin bensin. Rasio kompresi mesin diesel adalah 15 sampai dengan 22. Sedangkan rasio kompresi mesin bensin adalah 6 sampai dengan 12. Terlihat jauh sekali perbedaannya. Hal ini karena mesin diesel menggunakan panas atau suhu yang tinggi serta tekanan yang tinggi pula untuk melakukan pembakaran bahan bakar solar, sehingga mesin diesel membutuhkan rasio kompresi yang besar. Berbeda halnya dengan mesin bensin yang proses pembakarannya dibantu oleh percikan bunga api pada busi.

Ruang Bakar

Bentuk ruang bakar pada mesin diesel lebih rumit, sedangkan bentuk ruang bakar mesin bensin sederhana. Hal ini karena konstruksi dari ruang bakar mesin diesel dibuat beraneka ragam model yang bertujuan untuk membuat campuran udara dan bahan bakar (dalam bentuk kabut) menjadi homogen agar mudah terbakar sekaligus. Sedangkan pada mesin bensin campuran udara dan bahan bakar sudah dilakukan di karburator.

Pencampuran Bahan Bakar

Pada mesin atau motor diesel proses pencampuran bahan bakarnya diinjeksikan atau disemprotkan langsung pada ruang bakar dan ada juga yang diinjeksikan sebelum ruang bakar yaitu di intake manifold. Kemudian bahan bakar tersebut diinjeksikan pada akhir langkah kompresi. Sedangkan pada mesin bensin pencampuran bahan bakar bensin dilakukan di dalam karburator dan walaupun saat ini (pada motor bensin EFI) banyak yang menggunakan injeksi langsung pada intake manifold seperti mesin diesel.

Metode Penyalaan

Proses terjadinya pembakaran pada mesin diesel dilakukan dengan metode pembakaran sendiri, udara yang dikompresikan pada ruang bakar memiliki suhu dan tekanan tinggi, kemudian pada akhir langkah kompresi bahan bakar diinjeksikan sehingga bercampur dengan udara bersuhu dan tekanan tinggi, akibatnya partikel-partikel bahan bakar tersebut terbakar dengan sendirinya, ada juga mesin diesel yang menggunakan alat bantu busi pijar untuk membantu memanaskan suhu udara di dalam ruang bakar.

Sedangkan pada mesin bensin, metode penyalaannya menggunakan percikan bunga api. Ketika campuran bahan bakar dan udara sudah masuk pada ruang bakar lalu dikompresikan dan beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas (TMA) busi memercikkan bunga api dan mulai membakar campuran bahan bakar dan udara tersebut.

Jenis Bahan Bakar

Pada mesin diesel menggunakan bahan bakar jenis solar, sedangkan bahan bakar untuk mesin bensin menggunakan bahan bakar jenis bensin. Jangan salah memilih seperti misalnya mengisi motor diesel dengan bahan bakar bensin, maka dampaknya berbahaya,

Getaran Suara yang dihasilkan

Getaran suara pada mesin diesel lebih besar karena daya yang dihasilkan pada mesin diesel pun besar. Sedangkan getaran suara pada mesin bensin lebih kecil.

Efisiensi Panas

Pada mesin diesel dihasilkan efisiensi panas sebesar 30 sampai 40. Sedangkan pada mesin bensin efisiensi panasnya adalah antara 22 sampai dengan 30, lebih kecil dari pada mesin diesel.

 

Perbedaan tersebut dapat diringkas dalam bentuk tabel perbedaan mesin diesel dan mesin bensin berikut ini, silahkan Sobat bisa menyimpannya dalam bentuk gambar di bawah ini:

source :http://www.guruotomotif.com/2016/04/ini-perbedaan-mesin-diesel-dan-mesin.html

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2016 in life

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: