RSS

Perbedaan Baterai AA biasa,Alkalin Dan Rechargable

13 Nov
Kali ini kita akan membahas tentang beberapa jenis baterai dan perbedaan ukurannya. Mungkin diantara para pembaca terkadang masing bingung dengan jenis-jenis baterai yang terdapat dalam alat elektronik dan gadgetnya, tidak mengetahui mana baterai yang bisa di isi ulang (charge) mana yang tidak. Atau mungkin diantara kita ketika akan membeli baterai di sebuah toko atau warung kecil kita hanya menyebutkan ukuran baterainya saja seperti “baterai kecil”, “baterai sedang” atau “baterai besar”, padahal berdasarkan ukuran baterai memiliki kode seperti “AA”, “AAA” “C”, dll. Baiklah ini jenis-jenis baterai menurut pengkodeannya :
Nama umum
Nama IEC
(Bahan kimia yang digunakan)
Kapasitas yg umum (mAh)
Dimensi-mm
(Diameter x Tinggi)
AAA
R03 (Zinc-carbon) LR03 (Alkaline) HR03 (Ni-MH) KR03 (Ni-Cd) ZR03 (Ni-OOH) FR03 (Li-FeS2)
540
1200
800 – 1000
10,5 x 44,5
AA
R6 (Zinc-carbon) LR6 (Alkaline) FR6 (Li-FeS2) HR6 (Ni-MH) KR6 (Ni-Cd) ZR6 (Ni-OOH)
1100
2700
3000
1700 – 2900
600 – 1000
14,5 x 50,5
C
R14 (Zinc-carbon) LR14 (Alkaline) HR14 (Ni-MH) KR14 (Ni-Cd) ZR14 (Ni-OOH)
3800
8000
4500 – 6000
26,5 x 50
D
R20 (Zinc-carbon) LR20 (Alkaline) HR14 (Ni-MH) KR14 (Ni-Cd) ZR14 (Ni-OOH)
8000
12000
2200 – 12000
34,2 x 61,5
9V
6F22 (Zinc-carbon) 6LR61 (Alkaline) 6KR61 (Ni-Cd) 6HR61 (Ni-MH)
400
565
120
175 – 300
Panjang = 26,5
Lebar = 17,5
Tinggi = 48,5
keterangan :
AAA : Baterai “AAA” merupakan baterai berbentuk tabung paling kecil yang biasanya digunakan untuk remote TV.
AA : Baterai AA lebih besar dari AAA baterai ini biasanya digunakan dalam jam weker.
C : Baterai C biasanya digunakan dalam lampu center berukuran sedang.
D : Baterai D biasanya digunakan dalam lampu center berukuran besar atau pada radio tape.
9V : Baterai 9V biasa juga disebut baterai kotak, biasanya digunakan dalam gitar elektrik atau efek gitar.
Untuk membedakan baterai mana yang bisa di isi ulang atau tidak berikut akan saya paparkan baterai menurut bahan pembuatannya :

Baterai sekali pakai

1. Baterai Zinc-Carbon Baterai ini terkadang disebut “Heavy Duty” baterai dengan bahan ini biasanya dengan mudah kita temui di toko-toko. Bahan pembuatan terdiri dari bahan Zinc yang berfungsi sebagai Terminal Negatif dan juga untuk pembungkus Baterainya. Untuk bahan Terminal Positifnya adalah terbuat dari Karbon dengan bentuk Batang (rod).
 
2. Baterai Alkaline Baterai Alkaline dapat bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan baterai Zinc-Carbon. Bahan elektrolit-nya adalah Potassium hydroxide yang merupakan Zat Alkali (Alkaline). sekarang banyak baterai yang menggunakan Alkalline sebagai Elektrolit, tetapi mereka menggunakan bahan aktif lainnya sebagai Elektrodanya.
3. Baterai Lithium Baterai lithium memiliki daya tahan lebih baik dari alkaline, penggunaannya pun bisa sampai bertahun-tahun, baterai jenis ini juga bisa kita temui pada jam tangan, baterai berbentuk bulat seperti kancing atau koin (coin battery). Baterai jenis Lithium juga sering digunakan untuk aplikasi Memory Backup pada Mikrokomputer. Baterai Lithium biasanya dibuat seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin (Coin Battery).
4. Baterai Silver Oxide Baterai Silver Oxide jarang kita temui karena bahan Perak (Silver) pada baterai membuat baterai jenis ini tergolong sangat mahal. Baterai Silver Oxide digunakan untuk menghasilkan Energi akan tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan. Baterai jenis Silver Oxide ini sering juga dibuat berbentuk Baterai Koin (Coin Battery) / Baterai Kancing (Button Cell). Penggunaan Silver Oxide biasa untuk Jam Tangan, Kalkulator maupun aplikasi militer.

Baterai isi ulang (Rechargeable)

1. NiCD (nickel-cadmium battery / Nicad ) Sebenarnya baterai jenis ini sekarang sudah jarang sekali kita temui, bahkan kini penggunaan telah dilarang dalam perangkat gadget Baterai Ni-Cd (NIcket-Cadmium) adalah jenis baterai sekunder (isi ulang) yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium sebagai bahan Elektrolitnya. Baterai Ni-Cd memiliki daya tahan sangat lama, dulu baterai ini juga sering digunakan untuk gadget seperti handphone. Baterai Ni-Cd memiliki kemampuan discharge sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak digunakan. Baterai ini sudah tak lagi digunakan karena mengandung 15% racun yaitu bahan Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan berbahaya untuk lingkungan Hidup.
 
2. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) Penggunaan baterai Ni-MH sering kita jumpai pada handphone jadul tahun 80-90an, seperti pada handphone jadul ericsson. Pada masa sekarang baterai Ni-MH sering digunakan untuk beberapa jenis gadget seperti kamera DSLR atau radio komunikasi. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan tahan lama serta siklus charge yang banyak artinya baterai Ni-MH bisa di charge sampai ratusan hingga ribuan kali. Baterai Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak digunakan.
3. Baterai Li-Ion (Lithium-Ion) Untuk baterai Li-ion tentu saja kita pasti sering menemuinya, gadget-gadget masa kini seperti pada handphone, kamera digital, lampu led, laptop, dll, sebagian besar menggunakan baterai jenis ini. Baterai Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang tinggi, lebih ringan sekitar 30%, juga menyediakan kapasitas lebih besar jika dibandingkan dengan Baterai Ni-MH. Rasio Self-discharge adalah sekitar 20% per bulan.
 
4. Baterai Li-po (Lithium polymer) Baterain Li-po merupakan perkembangan dari Li-ion, Perbedaan utamanya adalah lithium – salt elektrolit tidak ditempatkan dalam organic solvent tetapi dalam polimer padat komposit misalnya polietilen oxide atau polyacrylonitrile . Keunggulannya li-po dapat didesain dengan lebih rendah biaya pembuatan, memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai kemasan, dan kekasaran. Walau sangat ramah lingkungan, dalam penggunaan Li-po harus ekstra hati-hati mengingat sifatnya yang cukup “liquid” dengan tekanan cukup keras dapat menyebabkan bentuk baterai berubah seperti menjadi kembung.   Untuk baterai isi ulang tidak hanya berbentuk tabung seperti pada baterai sekali pakai, karena biasanya memiliki rangka untuk menyesuaikan dengan bodi alat elektronik yang digunakan, seperti pada baterai handphone dengan berbagai bentuk dan ukurannya.
Demikian penjelasan tentang baterai, semoga kita tidak salah lagi dalam memilih baterai untuk digunakan, di masyarakat terkadang masih banyak yang bingung dan salah menafsirkan, contohnya masih banyak yang menyangka bahwa baterai alkaline merupakan baterai yang dapat diisi ulang. Jika membeli baterai tabung, sebaiiknya baca dahulu keterangannya, jika dalam kemasan baterai tersebut terdapat tulisan “rechargeable” itu artinya baterai bisa diisi ulang, ingat juga bahwa baterai dapat meledak, gunakan secara benar, gunakanlah charger yang sesuai dengan jenis baterai.
 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2016 in life

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: